Notification

×

Iklan

Iklan

Tarif Melintasi Selat Hormuz Tembus Rp30 Miliar, Dunia Khawatir Krisis Energi

Minggu, 29 Maret 2026 | Maret 29, 2026 WIB Last Updated 2026-03-29T14:17:00Z


Jakarta — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada jalur vital perdagangan energi global, khususnya di Selat Hormuz. Biaya yang harus dibayar kapal untuk melintasi wilayah tersebut kini melonjak drastis hingga mencapai jutaan dolar AS.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa kapal-kapal yang hendak melintas dikenakan tarif hingga sekitar US$2 juta atau setara lebih dari Rp30 miliar per perjalanan. Lonjakan biaya ini terjadi seiring meningkatnya risiko keamanan akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pemerintah Iran disebut-sebut tengah mendorong kebijakan pungutan biaya bagi kapal yang melintasi wilayah tersebut. Langkah ini diklaim sebagai bentuk kompensasi atas jaminan keamanan di jalur laut strategis tersebut.

Kondisi ini membuat banyak kapal tanker dan kargo memilih menunda perjalanan atau mencari rute alternatif. Bahkan, ribuan kapal dilaporkan tertahan di sekitar kawasan Teluk Persia akibat ketidakpastian situasi keamanan.

Kenaikan tarif ini juga berdampak pada harga minyak dunia yang mengalami lonjakan signifikan. Pasokan energi global pun terancam terganggu, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Para analis menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dunia akan menghadapi krisis energi yang lebih luas, termasuk potensi inflasi global dan perlambatan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan

×
Berita Terbaru Update