Namun, alih-alih menyambut positif, pihak Iran justru merespons dengan nada tajam. Melalui pernyataan resmi, pejabat militer Iran menyindir langkah Washington tersebut dan menilai tawaran itu tidak mencerminkan kekuatan, melainkan justru menunjukkan kegagalan strategi Amerika.
Juru bicara militer Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan terpengaruh oleh pendekatan tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa Amerika mencoba menutupi kekalahan dengan membungkusnya sebagai upaya perdamaian. Pernyataan itu juga disertai kritik bahwa negara adidaya seperti AS seharusnya mampu keluar dari konflik jika memang memiliki kekuatan nyata.
Lebih lanjut, Iran menyatakan sikap tegas bahwa sejak awal mereka tidak memiliki niat untuk berdamai dengan pihak yang dianggap sebagai lawan. Sikap ini ditegaskan kembali dengan pernyataan bahwa tidak akan ada kesepakatan, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Di sisi lain, rincian lengkap dari 15 poin proposal gencatan senjata tersebut belum dipublikasikan secara terbuka. Meski demikian, sejumlah laporan menyebutkan bahwa isi rencana itu mencakup berbagai isu strategis, termasuk program nuklir Iran dan stabilitas kawasan.
Situasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi yang dilakukan Washington masih menghadapi jalan terjal, dengan kedua pihak tetap mempertahankan posisi masing-masing di tengah konflik yang belum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar